Rabu, 09 Juni 2010

Marhaban, Robb

setiap hariku adalah gelap malam yang begitu tenggelam
entah ini permainan seperti apa?
hanya semua terasa begitu rapuh tanpa sandaran
setiap waktuku adalah kedalam laut yang hitam tanpa udara, tersesat
padahal jelas yang kutuju adalah Mu
tiada lain selain diri Mu
rahim Mu
dalam hitam ini, aku sedang belajar membuka mata, menghapus kebutaan akan dunia, menempa rangkaian kunci-kunci menuju keabadian Mu (akhirat Mu)

aku
kenapa selalu saja kata aku?
padahal begitu banyak makhluk selain aku di sekeliling

aku
kenapa hanya itu saja yang ada dalam otakku?
padahal ada banyak pihak yang menuntunku bertutur tentang keagungan Mu?

egoiskah, Robb?
padahal surga Mu begitu luas tak terbatas
padahal nikmat Mu begitu melimpah_ruah
padahal rezeki Mu tak pernah putus menghidupiku

selamat datang Allah dalam ruang terluas di hatiku
marhaban ya Robb, kini semua yang ada didiriku adalah ladang hijau penerimaan atas segala ketetapan Mu
dan doa ini kini kembali bersenyum...

(meski pasti masih akan
tetap ada malam-malam berhujan)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar