Ya Allah, bagaimana jika waktuku habis lalu aku belum mampu mempertanggungjawabkan usia?
Ya Allah, bagaimana jika waktu berhenti ketika masih saja aku sibuk dengan dunia?
Ya Allah, bagaimana jika nikmat hidup dalam iman Islam ini seketika Kau renggut ketika aku sedang lalai?
Adakah segala amal yang pernah kubuat sia-sia?
Atau memang sepanjang jalanku tak pernah aku berbagi hingga tersia?
Hanya secuil ingatku, itu pun diselai sombong nan riya.
Tak ada apa-apanya aku, Ya Allah.
Aku takut.
Dua puluh tiga. Apa yang sudah kubuat selama itu?
Tidak ada.
Bahkan setiap detik yang kadang tak pernah kusadar, adalah kesempatanku telah ikut terbuang.
Sementara satu ayatMu pun tak ada yang aku mengerti.
Aku buta, Ya Allah. Buta dalam segala.
Mataku buta, tak pernah bisa melihat bahwa yang kupunya adalah nikmatMu yang sudah lebih dari cukup.
Telingaku tuli, tak pernah kugunakan untuk mendengar ayatMu dalam menentukan pilihan.
Lidahku mati dalam kelu, tak pernah kugunakan untuk melafazkan asmaMu dengan santun dan penuh sungguh.
Otakku tumpul, tak pula kugunakan untuk mengukur kebesaranMu yang tak pernah bisa untuk diukur.
Apa lagi?
Seluruh ragaku mati.
Semua yang ada padaku terbuang.
Tapi kumohon, jangan butakan hatiku.
Agar aku bisa tetap merasakanMu 'di sini' tanpa terlihat atau tersentuh makhluk selain aku.
Sabtu, 17 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Ade bgt tuh....
BalasHapus