Selasa, 25 Mei 2010

Menguntai Biru di Bawah Laut

dalam sebuah percakapan.

senja ini aku menemui hati.
apa kabar hati?
kau diam saja di sudut dekat altar dengan satu lilin sejak lalu.
kenapa kau simpan kunang-kunangmu di dalam toples berpasir hitam?
di mana gelasmu?
begitu suram di sini.
begitu gelap di sisi ini.
begitu lirih sedih penuh luka. parah!
kau boleh menangis hati, sungguh, tidak apa-apa. kuizinkan kali ini. kau sudah terlalu hebat, hati. hidup dengan senyum ramah pada segala sepanjang usia. sesekali ramahlah dengan dirimu sendiri. (*aku kuat. insyaAllah..)


ya sudah. dengarkan aku, hati.
ingat akan hujan?
dia selalu sendiri di angkasa, sebagai awan.
sering kali angin tidak ramah padanya.
kadang angin membuat awan yang begitu lemah_lembut berarak tidak menentu.
tapi diwaktu yang telah ditentukan, awan mampu membumi.
begitu bersahabat menjadi air dingin_bening.
menjadi hujan.
teman yang selalu ada saat semua teman tidak bisa selalu ada.
teman yang bisa kau andalkan! ingat?
meski kau sudah berhasil ber_reinkarnasi dari ranting menjadi rih, hujan tetap menjadi hujan. temanmu.

belajarlah memahami bahwa hidup adalah sederhana yang terperangkap dalam labirin.
berjuang adalah keputusan bijak. tidak putus asa adalah hebat. berhenti tidaklah salah, tentu jika kau ingat untuk kembali memulai. namun, tetap berlari sambil sesekali berjalan memperhatikan rumput yang kau injak tentu lebih menyenangkan.

hati, kau begitu maya_mengabur.
yang kutahu, di bagian ini terkadang sakit.
itu kah kau, hati?
maaf, telah meracunimu dengan pemikiran liarku.
tapi mulailah terima aku sebagai sahabat_kerabat.
agar kita bisa bersama menemukan rumah untuk pulang. bukankah kau sudah ingin pulang? aku pun demikian.

berdo'alah sambil menunggu jemputanmu datang. jemputan kita.
Sang Maha Latief tidak akan membiarkan kita sendiri. tidak akan pernah rela membiarkan hamba_Nya menangis.
istiqamah dalam do'a, sabar dengan berpasrah, tenang dalam menentukan, semangat dalam setiap yakin.

lalu menarilah tarian pulang, manis.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar